Minggu, 01 Januari 2012
Twitter saya ( @indrawidjaya ) cukup membuat malas ngurusin blog, tapi, sebelum kiamat, akhirnya 2012 ini, blog saya bernafas kembali. Setelah tahun 2011 kemarin hanya posting blog satu kali, itupun, awal tahun, dan itupun, membahas kematian si Helia, burung hantu yang kehidupannya gagal total sejak dibeli oleh keluarga saya. Farewell, burungku.
Sekarang saya mau membahas Mahasiswa dan Masiwa. Apa itu Masiwa? Apakah Masiwa itu semacam makanan di Fear Factor stage kedua yang dibuat dari peleburan antara sashimi dan sushi yang di blender jadi satu dengan wasabi? Tentu saja bukan, dan jangan dibayangkan rasanya jadi seperti apa. Masiwa disini, menurut saya adalah Mahasiswa separuh hati.
#nowplaying: Indonesia Raya
Mahasiswa berbeda dengan Masiwa. Ibaratnya Mahasiswa itu tim KPK, Masiwa itu anggota DPR. Mahasiswa adalah makhluk suci yang kuliah dengan presensi absen hadir lebih dari 90%, tetap angkat tangan untuk bertanya pada Dosen walaupun jam kuliah sudah lewat satu jam, nilai A berceceran di transkrip akademik, aktif di organisasi, dan suka berantem sama Polisi kalau lagi demo.
Sedangkan Masiwa, adalah makhluk yang jam kuliahnya ngikutin jadwal bangun tidur, dapat nilai aja B udah puasa Senin Kamis, berantemnya? Sama Petugas Akademik Kampus gara-gara ribut mau pindah kelas, atau gak bisa ikut UAS gara-gara sering absen, dan lain-lain yang tentunya, we know it so well.
Mahasiswa selalu berpakaian rapi, baju berkerah, dan entah kenapa, apa karena adanya "Pubersen" (hasrat dini menjadi Dosen), sering ditemukan beberapa Mahasiswa kuliah memakai kemeja batik, sepatu pantofel, dan membawa buku yang lebih berat daripada beban hidupnya sendiri.
Masiwa berpakaian "adanya apa", bukan "apa adanya", bagi yang kost, kalau hari itu baju-baju lain masih di tempat laundry, dan dikamar cuma ada satu kaos yang belum dicuci selama satu semester (atau bahkan satu dekade), maka bisa dipastikan Masiwa tersebut akan memakai kaos tersebut. Jangan tanya bagaimana soal pakaian dalam. Masiwa kuliah hanya bermodalkan nafas. Kertas? Tinggal pinjam sama Mahasiswa. Polpen? Pinjem juga sama Mahasiswadan niscaya takkan pernah kembali.
Mahasiswa bisa ditemukan di perpustakaan fakultas, di ruang Dosen (konsultasi mata kuliah), di markas organisasi kampus, atau di pinggir jalan lagi demo bersama Mahasiswa lainnya.
Masiwa bisa ditemukan berdiri diluar kelas sewaktu jam kuliah, memberi bahasa isyarat kepada temannya didalam kelas (tentunya semua Mahasiswa) yang artinya: "Woy! Kalau gak mau kepala pindah ke selangkangan, titip absen ya! AWAS!"
Setelah utak-atik Mbah Gugel, saya nemu ilustrasi yang kira-kira pas buat kaum Masiwa:

Hidup Masiwa!
Hidup jugalah Mahasiswa, siapa lagi yang mau dititipkan absen sama Masiwa.
Semoga 2012 nggak jadi kiamat.
Amin.
Sekarang saya mau membahas Mahasiswa dan Masiwa. Apa itu Masiwa? Apakah Masiwa itu semacam makanan di Fear Factor stage kedua yang dibuat dari peleburan antara sashimi dan sushi yang di blender jadi satu dengan wasabi? Tentu saja bukan, dan jangan dibayangkan rasanya jadi seperti apa. Masiwa disini, menurut saya adalah Mahasiswa separuh hati.
#nowplaying: Indonesia Raya
Mahasiswa berbeda dengan Masiwa. Ibaratnya Mahasiswa itu tim KPK, Masiwa itu anggota DPR. Mahasiswa adalah makhluk suci yang kuliah dengan presensi absen hadir lebih dari 90%, tetap angkat tangan untuk bertanya pada Dosen walaupun jam kuliah sudah lewat satu jam, nilai A berceceran di transkrip akademik, aktif di organisasi, dan suka berantem sama Polisi kalau lagi demo.
Sedangkan Masiwa, adalah makhluk yang jam kuliahnya ngikutin jadwal bangun tidur, dapat nilai aja B udah puasa Senin Kamis, berantemnya? Sama Petugas Akademik Kampus gara-gara ribut mau pindah kelas, atau gak bisa ikut UAS gara-gara sering absen, dan lain-lain yang tentunya, we know it so well.
Mahasiswa selalu berpakaian rapi, baju berkerah, dan entah kenapa, apa karena adanya "Pubersen" (hasrat dini menjadi Dosen), sering ditemukan beberapa Mahasiswa kuliah memakai kemeja batik, sepatu pantofel, dan membawa buku yang lebih berat daripada beban hidupnya sendiri.
Masiwa berpakaian "adanya apa", bukan "apa adanya", bagi yang kost, kalau hari itu baju-baju lain masih di tempat laundry, dan dikamar cuma ada satu kaos yang belum dicuci selama satu semester (atau bahkan satu dekade), maka bisa dipastikan Masiwa tersebut akan memakai kaos tersebut. Jangan tanya bagaimana soal pakaian dalam. Masiwa kuliah hanya bermodalkan nafas. Kertas? Tinggal pinjam sama Mahasiswa. Polpen? Pinjem juga sama Mahasiswa
Mahasiswa bisa ditemukan di perpustakaan fakultas, di ruang Dosen (konsultasi mata kuliah), di markas organisasi kampus, atau di pinggir jalan lagi demo bersama Mahasiswa lainnya.
Masiwa bisa ditemukan berdiri diluar kelas sewaktu jam kuliah, memberi bahasa isyarat kepada temannya didalam kelas (tentunya semua Mahasiswa) yang artinya: "Woy! Kalau gak mau kepala pindah ke selangkangan, titip absen ya! AWAS!"
Setelah utak-atik Mbah Gugel, saya nemu ilustrasi yang kira-kira pas buat kaum Masiwa:

Hidup Masiwa!
Hidup jugalah Mahasiswa, siapa lagi yang mau dititipkan absen sama Masiwa.
Semoga 2012 nggak jadi kiamat.
Amin.
Minggu, 02 Januari 2011
Suatu hari di bulan Desember 2010.
Adek beli burung baru.
Adek bukan beli burung baru buat gantiin burungnya.
Adek beli seekor burung peliharaan, jenis burung hantu.
Resmilah seekor burung hantu masuk di keluarga kami.
*background musik: Owl City - To The Sky*
unyuuutuuuuuuuuu
Helia, itulah nama yang diberikan kepada burung hantu bertampang unyuu ini, Adek saya terinspirasi dari band Helia yang meng-cover lagu Alejandro-nya Lady Gaga ke aliran trancecore. Ya, emang gak nyambung. Burungnya juga bingung.
Helia jadi penghibur dikala orang-orang dirumah lagi gak ada kerjaan. Kalo lagi bosan bergaul sama manusia, saya pergi kesamping rumah tempat Helia berada. Melototin matanya yang hampir semuanya berwarna hitam, cukup enak dilihat, apalagi kalo matanya dibuka lebar, sungguh imut sekali.Unyuuuuuuuuu.
Helia juga suka nonton bola. Waktu piala AFF 2010, Helia paling suka sama Markus Horison, entah karena emang jago tangkap bola, atau kepalanya Markus yang mirip kepala jangkrik makanan burung hantu. Helia juga sadar kok, kalo burung gak bisa jadi Kiper, makanya dia cuma bisa mengidolakan Markus.
ceritanya jadi Kiper
Burung hantu umumnya tidur di siang hari, dan bangun malam untuk makan. Tragisnya, selama hidup di rumah, Helia gak pernah merasakan kehidupan layaknya seekor burung hantu sejati. Jam tidurnya di siang hari selalu terganggu dengan cipratan air dari jemuran pakaian kerjaan Mbok Erni. Kadang-kadang gak sengaja kesapu, atau ketendang orang lewat. Baru malam hari dia bisa tidur nyenyak. Sungguh, Helia kehilangan jati dirinya.
Adek beli burung baru.
Adek bukan beli burung baru buat gantiin burungnya.
Adek beli seekor burung peliharaan, jenis burung hantu.
Resmilah seekor burung hantu masuk di keluarga kami.
*background musik: Owl City - To The Sky*
unyuuutuuuuuuuuu
Helia, itulah nama yang diberikan kepada burung hantu bertampang unyuu ini, Adek saya terinspirasi dari band Helia yang meng-cover lagu Alejandro-nya Lady Gaga ke aliran trancecore. Ya, emang gak nyambung. Burungnya juga bingung.
Helia jadi penghibur dikala orang-orang dirumah lagi gak ada kerjaan. Kalo lagi bosan bergaul sama manusia, saya pergi kesamping rumah tempat Helia berada. Melototin matanya yang hampir semuanya berwarna hitam, cukup enak dilihat, apalagi kalo matanya dibuka lebar, sungguh imut sekali.
Helia juga suka nonton bola. Waktu piala AFF 2010, Helia paling suka sama Markus Horison, entah karena emang jago tangkap bola, atau kepalanya Markus yang mirip kepala jangkrik makanan burung hantu. Helia juga sadar kok, kalo burung gak bisa jadi Kiper, makanya dia cuma bisa mengidolakan Markus.
ceritanya jadi Kiper
Burung hantu umumnya tidur di siang hari, dan bangun malam untuk makan. Tragisnya, selama hidup di rumah, Helia gak pernah merasakan kehidupan layaknya seekor burung hantu sejati. Jam tidurnya di siang hari selalu terganggu dengan cipratan air dari jemuran pakaian kerjaan Mbok Erni. Kadang-kadang gak sengaja kesapu, atau ketendang orang lewat. Baru malam hari dia bisa tidur nyenyak. Sungguh, Helia kehilangan jati dirinya.
,,,,,,
Supaya gak krisis percaya diri terus bunuh diri masuk dalam cucian baju Mbok Erni, saya memperlihatkan Helia sebuah film: "LEGEND OF THE GUARDIANS: THE OWLS OF THE GA'HOOLE". Film keluaran 2010 ini menceritakan tentang Soren yang berpetualang mencari bantuan kepada The Guardians untuk melawan pasukan jahat Metal Beak yang menindas warganya.
Semuanya diperankan oleh burung hantu.

Film ini diangkat dari novel fantasi karya Kathryn Lasky, animasinya keren, apalagi waktu adegan berantem dengan banyak slow-motion. Memang, rada aneh juga melihat burung hantu saling bacok, pake helm ksatria, ada cakram di cakarnya, dan berbicara. Untung gak ada adegan cipokan.
Setelah menonton burung-burung hantu ksatria yang gagah berani di film tersebut, Helia yang kalo tidur cuma berdiri bungkuk dengan kepala tertunduk layaknya burung hantu kehilangan masa pubernya, sekarang menjadi macho seperti ini:

Semua hari-hari bersama Helia berikutnya cukup menyenangkan. Sekarang dia punya cita-cita baru, bukan jadi kiper lagi, dia sekarang mau jadi The Guardians, dadanya selalu membusung. Ah, sekarang kamu terlihat lebih gagah kawan.
Tetapi, Adek saya sebagai pembeli dan pemilik sah dari Helia kayaknya sering lupa kasih makan.
Sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Suatu hari kita sekeluarga menginap di hotel, dan Helia otomatis jaga rumah. Emang sih, kalo ada perampok datang paling Helia udah kejang-kejang duluan, tapi mau gimana lagi, gak mungkin dia dibawa, kita mau ke hotel, bukan ke Hogwarts.
Selama kita pergi, Adek saya lupa tinggalin makanan, setahu saya juga burung hantu gak boleh telat makan.
Hasilnya, sesampai rumah kita udah nemu Helia dengan keadaan seperti ini.

Helia masih bernafas, tapi terbaring kaku. Orang rumah usaha buat ngasih makan atau minum dengan paksa, tapi tetap paruhnya gak bisa dibuka, dan gak ada yang mau kasih nafas buatan.
Akhirnya kita pasrah dengan kepergian Helia.

Helia pun disemayamkan dengan layak di lapangan voli depan rumah. Wafatnya Helia ini menambah daftar panjang peliharaan dirumah yang selalu berakhir dengan sangat tragis.
Rest In Peace, Helia.
Terlahirlah kembali dengan wujud The Guardians seperti cita-citamu itu.
Beberapa hari kemudian, Ibunda membeli seekor kelinci baru.
Semuanya diperankan oleh burung hantu.

Film ini diangkat dari novel fantasi karya Kathryn Lasky, animasinya keren, apalagi waktu adegan berantem dengan banyak slow-motion. Memang, rada aneh juga melihat burung hantu saling bacok, pake helm ksatria, ada cakram di cakarnya, dan berbicara. Untung gak ada adegan cipokan.
Setelah menonton burung-burung hantu ksatria yang gagah berani di film tersebut, Helia yang kalo tidur cuma berdiri bungkuk dengan kepala tertunduk layaknya burung hantu kehilangan masa pubernya, sekarang menjadi macho seperti ini:

,,,,,,
Semua hari-hari bersama Helia berikutnya cukup menyenangkan. Sekarang dia punya cita-cita baru, bukan jadi kiper lagi, dia sekarang mau jadi The Guardians, dadanya selalu membusung. Ah, sekarang kamu terlihat lebih gagah kawan.
Tetapi, Adek saya sebagai pembeli dan pemilik sah dari Helia kayaknya sering lupa kasih makan.
Sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Suatu hari kita sekeluarga menginap di hotel, dan Helia otomatis jaga rumah. Emang sih, kalo ada perampok datang paling Helia udah kejang-kejang duluan, tapi mau gimana lagi, gak mungkin dia dibawa, kita mau ke hotel, bukan ke Hogwarts.
Selama kita pergi, Adek saya lupa tinggalin makanan, setahu saya juga burung hantu gak boleh telat makan.
Hasilnya, sesampai rumah kita udah nemu Helia dengan keadaan seperti ini.

Helia masih bernafas, tapi terbaring kaku. Orang rumah usaha buat ngasih makan atau minum dengan paksa, tapi tetap paruhnya gak bisa dibuka, dan gak ada yang mau kasih nafas buatan.
Akhirnya kita pasrah dengan kepergian Helia.

,,,,,,
Helia pun disemayamkan dengan layak di lapangan voli depan rumah. Wafatnya Helia ini menambah daftar panjang peliharaan dirumah yang selalu berakhir dengan sangat tragis.
Rest In Peace, Helia.
Terlahirlah kembali dengan wujud The Guardians seperti cita-citamu itu.
Beberapa hari kemudian, Ibunda membeli seekor kelinci baru.
Rabu, 18 Agustus 2010
Tiap anak sekolahan pasti punya Guru yang berkesan di hati, termasuk saya. Berikut adalah Guru-Guru yang gak akan saya lupakan selama masa sekolah di SMA 1 Malang. Foto-foto berikut sebagian saya copy ke flashdisk waktu pelajaran di lab komputer dengan mempertaruhkan nyawa.
Here they are:

Bu Yayuk
Dingin, diam, hampa, flat, datar, hening, kosong, tanpa ekspresi, talk less do less, dan suka nyuruh kerjakan LKS. Begitulah beliau sepengetahuan saya. Seorang Guru Sejarah yang derap langkahnya menuju kelas saja sudah membuat mata saya mengantuk. Kdtika sedang mengajar, dari detik pertama sampai habis, suasana kelas bagaikan upacara bendera ketika lagu Mengheningkan Cipta dinyanyikan.
,,,,,,

Pak Huda
Saya juga bingung mau komentar apa tentang pose Pak Huda yang seperti ini, tapi, inilah beliau. Pelajaran Bahasa Indonesia sama beliau adalah masa terindah dalam hidup.
Ada 3 kalimat Dewa yang diucapkannya.
Pertama: "Ya, kegiatan kita selama semester 1 ini cuma nonton film saja di perpustakaan".
Kedua: "Di kelas saya ini, yang haus silahkan beli minum dulu, bawa ke kelas juga gak masalah, kalau bawa makanan, saya dibagi juga ya, awas!".
Ketiga (ini yang paling Dewa): "Nanti kalau ulangan, soalnya 25 buah, pilihan ganda semua, ini soalnya saya kasih tau, lengkap sama jawabannya juga, tinggal salin, gak repot toh, kalo belum selesai bisa dibawa pulang dulu. Kalo gak dapat 100, buyar aja deh kalian sekolahnya".
Pak Huda, we love you.

Mr.B
Orang yang paling cinta mati sama SMA 1 Malang, dia menolak jadi Dosen di perkuliahan manapun karena ingin menghabiskan karirnya bersama siswa-siswi di sekolah. Metode dia mengajar English adalah kuis, sejenis Super Family, dimana kita bikin kelompok, terus berkompetisi cari nilai tertinggi. Beliau badannya imut-imut tapi kalo sudah berbicara, speaker kelas aja hampir gak kedengeran. Tiap tahun, acara gerak jalan HUT SMA 1 Malang, dialah yang bikin kita berlama-lama berdiri menentang matahari karena membacakan sejarah berdirinya sekolah sampai sekarang.

Pak Eko
Guru Biologi yang satu ini sering kita temukan lagi nongkrong di parkiran sambil merokok sama penjaga parkir, entah kapan waktunya dia mengajar, hanya Allah yang tau. Jika bertemu beliau saya biasanya langsung tos. Menurut pengakuan kawan-kawan, semua yang diajarkannya hanya masuk ke otak 10%.
Pernah suatu hari, baru ngajar beberapa menit, dia permisi kebelakang.. Satu jam berlalu.. Dua jam berlalu.. Bel istirahat berbunyi.. Dia lenyap ditelan bumi.

Bu Dwi Astuti
Salah satu Guru yang gak akan dilupakan oleh anak IPS angkatan manapun yang diajarnya. Beliau adalah multiprofesi, kadang sebagai Tukang Cukur keliling kalo liat ada Siswa gondrong, kadang Satpol PP sekolah yang pasti merampas kalo ada anak yang bawa kartu, rokok, pisau, pedang, parang, senapan, celurit (ini sekolah apa pendidikan Yakuza ya) dan barang diluar pelajaran lainnya. Tugas akhir Akuntansi bikin jurnal perusahaan sendiri yang dikasih di akhir kelas XII juga cukup membuat saya duduk lama di meja belajar.

Bu Ellen
Ini dia primadona dari semua madona-madona yang ada di sekolah, Guru Biologi ini langganan tampil waktu pensi ataupun acara lain di sekolah, dimana panitia dengan berat hati harus menyisihkan 15 menit acara khusus buat Bu Ellen and the Backbone (itu nama band yang cocok menurut saya).

Pak Joko
#nowplaying: mars Mitreka Satata*
Inilah dia, kepala ketertiban SMA 1 Malang di era saya, momok bagi semua Siswa. Kalo liat rambut kepanjangan, baju dikeluarkan atau gak rapi, celana kepanjangan atau dibikin straight, kaos kaki gak sampai mata kaki, rok hipster atau di atas lutut, waktu upacara cengengesan atau gak bawa topi / dasi / sabuk, berada di kantin waktu pelajaran, pake gelang atau aksesori berlebihan, dan lain-lain, maka kalian akan masuk ruang eksekusi tata tertib dan akan dicantumkan di Death Note.
#nowplaying Slipknot - Sulfur
Survey membuktikan, 10 dari 10 siswa SMA 1 Malang pernah bermasalah sama dia.
Ah, jadi pengen main ke sekolah.
Here they are:

Bu Yayuk
Dingin, diam, hampa, flat, datar, hening, kosong, tanpa ekspresi, talk less do less, dan suka nyuruh kerjakan LKS. Begitulah beliau sepengetahuan saya. Seorang Guru Sejarah yang derap langkahnya menuju kelas saja sudah membuat mata saya mengantuk. Kdtika sedang mengajar, dari detik pertama sampai habis, suasana kelas bagaikan upacara bendera ketika lagu Mengheningkan Cipta dinyanyikan.
,,,,,,

Pak Huda
Saya juga bingung mau komentar apa tentang pose Pak Huda yang seperti ini, tapi, inilah beliau. Pelajaran Bahasa Indonesia sama beliau adalah masa terindah dalam hidup.
Ada 3 kalimat Dewa yang diucapkannya.
Pertama: "Ya, kegiatan kita selama semester 1 ini cuma nonton film saja di perpustakaan".
Kedua: "Di kelas saya ini, yang haus silahkan beli minum dulu, bawa ke kelas juga gak masalah, kalau bawa makanan, saya dibagi juga ya, awas!".
Ketiga (ini yang paling Dewa): "Nanti kalau ulangan, soalnya 25 buah, pilihan ganda semua, ini soalnya saya kasih tau, lengkap sama jawabannya juga, tinggal salin, gak repot toh, kalo belum selesai bisa dibawa pulang dulu. Kalo gak dapat 100, buyar aja deh kalian sekolahnya".
Pak Huda, we love you.
,,,,,,

Mr.B
Orang yang paling cinta mati sama SMA 1 Malang, dia menolak jadi Dosen di perkuliahan manapun karena ingin menghabiskan karirnya bersama siswa-siswi di sekolah. Metode dia mengajar English adalah kuis, sejenis Super Family, dimana kita bikin kelompok, terus berkompetisi cari nilai tertinggi. Beliau badannya imut-imut tapi kalo sudah berbicara, speaker kelas aja hampir gak kedengeran. Tiap tahun, acara gerak jalan HUT SMA 1 Malang, dialah yang bikin kita berlama-lama berdiri menentang matahari karena membacakan sejarah berdirinya sekolah sampai sekarang.
,,,,,,

Pak Eko
Guru Biologi yang satu ini sering kita temukan lagi nongkrong di parkiran sambil merokok sama penjaga parkir, entah kapan waktunya dia mengajar, hanya Allah yang tau. Jika bertemu beliau saya biasanya langsung tos. Menurut pengakuan kawan-kawan, semua yang diajarkannya hanya masuk ke otak 10%.
Pernah suatu hari, baru ngajar beberapa menit, dia permisi kebelakang.. Satu jam berlalu.. Dua jam berlalu.. Bel istirahat berbunyi.. Dia lenyap ditelan bumi.
,,,,,,

Bu Dwi Astuti
Salah satu Guru yang gak akan dilupakan oleh anak IPS angkatan manapun yang diajarnya. Beliau adalah multiprofesi, kadang sebagai Tukang Cukur keliling kalo liat ada Siswa gondrong, kadang Satpol PP sekolah yang pasti merampas kalo ada anak yang bawa kartu, rokok, pisau, pedang, parang, senapan, celurit (ini sekolah apa pendidikan Yakuza ya) dan barang diluar pelajaran lainnya. Tugas akhir Akuntansi bikin jurnal perusahaan sendiri yang dikasih di akhir kelas XII juga cukup membuat saya duduk lama di meja belajar.
,,,,,,

Bu Ellen
Ini dia primadona dari semua madona-madona yang ada di sekolah, Guru Biologi ini langganan tampil waktu pensi ataupun acara lain di sekolah, dimana panitia dengan berat hati harus menyisihkan 15 menit acara khusus buat Bu Ellen and the Backbone (itu nama band yang cocok menurut saya).
,,,,,,

Pak Joko
#nowplaying: mars Mitreka Satata*
Inilah dia, kepala ketertiban SMA 1 Malang di era saya, momok bagi semua Siswa. Kalo liat rambut kepanjangan, baju dikeluarkan atau gak rapi, celana kepanjangan atau dibikin straight, kaos kaki gak sampai mata kaki, rok hipster atau di atas lutut, waktu upacara cengengesan atau gak bawa topi / dasi / sabuk, berada di kantin waktu pelajaran, pake gelang atau aksesori berlebihan, dan lain-lain, maka kalian akan masuk ruang eksekusi tata tertib dan akan dicantumkan di Death Note.
#nowplaying Slipknot - Sulfur
Survey membuktikan, 10 dari 10 siswa SMA 1 Malang pernah bermasalah sama dia.
,,,,,,
Begitulah kawan, memori saya dengan para Guru waktu jaman sekolah dulu, semuanya gak akan terlupakan sampai saya tua, Guru adalah pekerjaan luar biasa, mereka gak pernah capek liat + menghapalkan ratusan kepala baru yang datang setiap tahunnya, semua dilakukan tanpa beban.Ah, jadi pengen main ke sekolah.
Selasa, 15 Juni 2010
Apa enaknya jadi lesbi? Kalian sebagai orangtua akan hamil dua-duanya. Terus bagaimana pembagian jatah kalo sang anak mau netek? Gak kuat dong anaknya kalo netek dengan 4 buah tetek sekaligus. Dan sebelum kalian bingung gimana mau kasih tetek, bagaimana kalian bikin anak? Ingat, anak bisa dibuat kalo ada burung sama sangkarnya. Kalo dua-duanya sangkar burung, siapa yang matuk sangkarnya?
Bagaimana dengan homo? Sudah gak ada yang bisa hamil, gak bisa kasih tetek, dan yang paling penting, burung kok matuk burung.
Tapi, dari semua kerabat saya yang punya penyimpangan, mereka gak memikirkan itu. Mereka malah bersyukur bisa dapat pasangan yang punya perasaan yang sama satu dengan yang lain. Salah satu contohnya adalah kerabat saya. Sebut saja Papi dan Mami.
Papi ini adek kelas saya dulu di SMA 1 Malang, orangnya kecil, putih, rambut harajuku, anggap saja Mita The Virgin versi bocah tionghoa. Papi juga jago main keyboard. Dulu waktu jaman SMA, teman saya (laki-laki) pernah naksir sama Papi, tapi gak ada respon, kalian tau sendiri kenapa. Sedangkan Mami, entah muncul dari dimensi mana, yang pasti dia orang Banjarmasin.
Papi Mami awalnya kenal dari facebook. Waktu memaksa mereka buat saling kenal, dekat, dan bertukar pikiran. Mungkin Papi Mami mendapatkan sesuatu yang gak didapat dari orang lain, sampai mereka yakin dan pede memberitahukan semua orang kalo mereka sudah jadi sepasang kekasih.
Awalnya hubungan ini hanya sebatas long distance, mereka gak pernah ketemu sebelumnya. Sampai akhirnya Papi memutuskan untuk mendatangi Mami ke Banjarmasin, dan begitupun sebaliknya, Mami datangin Papi ke Malang.
Cinta itu buta kawan.

the virgin versi idola cilik
Bagaimana dengan homo? Sudah gak ada yang bisa hamil, gak bisa kasih tetek, dan yang paling penting, burung kok matuk burung.
Tapi, dari semua kerabat saya yang punya penyimpangan, mereka gak memikirkan itu. Mereka malah bersyukur bisa dapat pasangan yang punya perasaan yang sama satu dengan yang lain. Salah satu contohnya adalah kerabat saya. Sebut saja Papi dan Mami.
Papi ini adek kelas saya dulu di SMA 1 Malang, orangnya kecil, putih, rambut harajuku, anggap saja Mita The Virgin versi bocah tionghoa. Papi juga jago main keyboard. Dulu waktu jaman SMA, teman saya (laki-laki) pernah naksir sama Papi, tapi gak ada respon, kalian tau sendiri kenapa. Sedangkan Mami, entah muncul dari dimensi mana, yang pasti dia orang Banjarmasin.
Papi Mami awalnya kenal dari facebook. Waktu memaksa mereka buat saling kenal, dekat, dan bertukar pikiran. Mungkin Papi Mami mendapatkan sesuatu yang gak didapat dari orang lain, sampai mereka yakin dan pede memberitahukan semua orang kalo mereka sudah jadi sepasang kekasih.
Awalnya hubungan ini hanya sebatas long distance, mereka gak pernah ketemu sebelumnya. Sampai akhirnya Papi memutuskan untuk mendatangi Mami ke Banjarmasin, dan begitupun sebaliknya, Mami datangin Papi ke Malang.
Cinta itu buta kawan.

the virgin versi idola cilik
Kedatangan Mami di Malang sangat kontroversial di timeline twitter maupun di facebook, semuanya pada ngomongin bocah dua ini, dari status facebook sama wall-to-wall mereka berdua yang aneh-aneh sampai foto-foto mesra yang bisa bikin seorang bencong langsung tobat ditempat.
Teman-teman Papi sendiri di sekolah sudah menasehati untuk kembali ke jalan yang benar, dari ceramah keagamaan, kasih tau baik-baik, sampai ngeliatin foto Ade Rai cuma pake sempak biar Papi terangsang, semuanya gagal.
Facebook Mami juga dipenuhi oleh caci maki teman-teman Papi agar mereka stop melanjutkan hubungan seperti itu, tapi tetap gak ada perubahan, mereka berdua sudah biasa dengan makian yang dilontarkan.
Dari pandangan saya, hubungan menyimpang sampai berkorban seperti itu cukup dramatis. Bayangkan, si Mami jauh-jauh dari Banjarmasin, menemukan cintanya di pulau seberang, sampai di Malang malah dicaci-maki. Kalo ada produser yang mau jadikan sinetron, Cinta Fitri bakal gulung tikar.
Semoga, semua pasangan kekasih, baik yang normal maupun yang menyimpang, diberikan jalan yang terbaik. Karena tiap kepala kita pasti punya pemikiran yang berbeda soal cinta.
Seperti kata band tergaul Indonesia d'BaGiNdaSzT:
"Bertahan satu cinta... Bertahan satu C... I... N... T... A..."
Teman-teman Papi sendiri di sekolah sudah menasehati untuk kembali ke jalan yang benar, dari ceramah keagamaan, kasih tau baik-baik, sampai ngeliatin foto Ade Rai cuma pake sempak biar Papi terangsang, semuanya gagal.
Facebook Mami juga dipenuhi oleh caci maki teman-teman Papi agar mereka stop melanjutkan hubungan seperti itu, tapi tetap gak ada perubahan, mereka berdua sudah biasa dengan makian yang dilontarkan.
Dari pandangan saya, hubungan menyimpang sampai berkorban seperti itu cukup dramatis. Bayangkan, si Mami jauh-jauh dari Banjarmasin, menemukan cintanya di pulau seberang, sampai di Malang malah dicaci-maki. Kalo ada produser yang mau jadikan sinetron, Cinta Fitri bakal gulung tikar.
Semoga, semua pasangan kekasih, baik yang normal maupun yang menyimpang, diberikan jalan yang terbaik. Karena tiap kepala kita pasti punya pemikiran yang berbeda soal cinta.
Seperti kata band tergaul Indonesia d'BaGiNdaSzT:
"Bertahan satu cinta... Bertahan satu C... I... N... T... A..."
Senin, 29 Maret 2010
Suatu hari, saya ziarah ke makam Kakek di Taman Makam Pahlawan kota Malang, yang terletak gak jauh dari Malang Town Square atau Matos (saya juga heran kok pemakaman bisa jejer sama mall).
Kakek saya H.M. Koesno, dulu pasukan Sriwijaya, mungkin itulah asal muasal nama Widjaya dari almarhum Kakek dan almahum Ayah saya. Setelah selesai baca doa dan bergegas pulang, beberapa meter dari makam Kakek, saya gak sengaja liat makam ini:

*terdengar lagu Indonesia Raya entah darimana*
TAK DIKENAL. Begitulah tertulis disana kawan.
Pahlawan tanpa tandajasa pengenal.
Walaupun saya sempat berpikir mungkin ini hanya jenasah seorang tukang bakso bakar yang lagi jualan di medan perang, ditembak Belanda, si tukang bakso terlempar jauh sama gerobak-gerobaknya, bakso bakarnya terbang kemana-mana, sampai nyolokin mata semua pasukan Belanda dan membakar habis markas penjajah dengan sekali tumpahan bakso bakar yang sudah siap saji.
Merdeka Indonesia. Fak Malaysia.
Kakek saya H.M. Koesno, dulu pasukan Sriwijaya, mungkin itulah asal muasal nama Widjaya dari almarhum Kakek dan almahum Ayah saya. Setelah selesai baca doa dan bergegas pulang, beberapa meter dari makam Kakek, saya gak sengaja liat makam ini:

*terdengar lagu Indonesia Raya entah darimana*
TAK DIKENAL. Begitulah tertulis disana kawan.
Pahlawan tanpa tanda
Merdeka Indonesia. Fak Malaysia.
Selasa, 23 Maret 2010
Alhamdulillah untuk pertama kali saya diberikan kesempatan untuk melakukan perjalanan ini bersama keluarga, dengan mengorbankan 10 hari ijin kuliah hore hore hore. Dari Malang kita menginap di Surabaya agar besok subuhnya gak terlalu capek karena jadwal pesawat pagi sekali.
Foto di atas adalah kakak sepupu saya Mas Adit yang sedang solat. Inilah solat yang khusyu, sambil mengagumi kebesaran Yang Maha Kuasa (karena tirai jendela hotel dibuka). Setelah istirahat satu malam akhirnya pagi kita ke bandara Juanda. Terbang deh. Tujuan pertama adalah Hongkong, yang saya kira jadi satu sama Cina (malah sempat saya kira ibukota Cina adalah Hongkong, padahal Hongkong itu negara sendiri).
Sampai di Hongkong kita harus menunggu 8 jam untuk penerbangan berikutnya ke Jeddah. Travel Agent kita sudah menyiapkan program city tour, daripada membiarkan kita bengong liatin mata sipit mondar-mandir kayak kotak amal di bandara. Tour dimulai dengan mengunjungi restoran Indonesia di pusat kota. Jreng. Jauh-jauh ke Hongkong, makan di restoran Indonesia. Tapi gak masalah, daripada di restoran Hongkong tapi dapat menu makan babi saus tiram, gawat nanti jadinya.
Semua sate, soto, lodeh, cendol dan masakan Indonesia lainnya, yang masak koki Hongkong lho. Rasanya sama persis sama yang asli. Setelah kenyang, kita langsung meluncur ke patung Bruce Lee di kawasan Avenue of Stars, solat di masjid Nathan Road, mampir ke pabrik emas, dan berakhir di Victoria Peek.
semoga Bruce Lee gak hidup lagi terus saya dikasih jurus mabuk
beginilah orang kalau di Indonesia gak ada sign warning kabut
Foto di atas adalah kakak sepupu saya Mas Adit yang sedang solat. Inilah solat yang khusyu, sambil mengagumi kebesaran Yang Maha Kuasa (karena tirai jendela hotel dibuka). Setelah istirahat satu malam akhirnya pagi kita ke bandara Juanda. Terbang deh. Tujuan pertama adalah Hongkong, yang saya kira jadi satu sama Cina (malah sempat saya kira ibukota Cina adalah Hongkong, padahal Hongkong itu negara sendiri).
,,,,,,
Semua sate, soto, lodeh, cendol dan masakan Indonesia lainnya, yang masak koki Hongkong lho. Rasanya sama persis sama yang asli. Setelah kenyang, kita langsung meluncur ke patung Bruce Lee di kawasan Avenue of Stars, solat di masjid Nathan Road, mampir ke pabrik emas, dan berakhir di Victoria Peek.
semoga Bruce Lee gak hidup lagi terus saya dikasih jurus mabuk
beginilah orang kalau di Indonesia gak ada sign warning kabut
Setelah habis waktunya, dari Hongkong kita transit ke Dubai dan langsung ke Jeddah. Perjalanan 8 jam lebih, membuat pantat saya menghilang.
,,,,,,
Sesampai di Jeddah, kita langsung naik bus ke Madinah menuju hotel lupa namanya yang sangat dekat dengan masjid Nabawi. Suasana waktu itu lumayan rame karena katanya lagi musim Umroh. Selama disini kerjaannya:

ke masjid Nabawi

ke masjid Quba

mainin burung arab yang gede-gede

memang gak nyambung, tapi lihatlah. keren bukan

ke masjid Nabawi

ke masjid Quba

mainin burung arab yang gede-gede

memang gak nyambung, tapi lihatlah. keren bukan
,,,,,,
Setelah melakukan semua kegiatan di Madinah selama 3 hari, akhirnya kita pun berangkat ke Mekkah. Sampai disana kira-kira malam, dan kita disambut dengan para pedagang pinggir jalan yang rata-rata perempuan, sedang lari dikejar satpol-pp versi arab. Jalanan dekat hotel mendadak berisik gara-gara sirine satpol-pp itu. Suasana haru masuk Mekkah jadi agak terganggu nih. *geleng-geleng kepala*
Alhamdulillah hampir semua tempat penting dikunjungi, tempat melontar jumroh, padang arafah, jabal rahmah, dan yang gak ketinggalan kiblat solat kita, Ka'bah di Masjidil Haram. Saya gak terbakar waktu liat Ka'bah, berarti saya gak ada keturunan jin (kalau yang ini ngawur). Saya juga mendoakan almarhum Ayah tercinta agar diberi ampunan dan kebaikan di akhirat. Amin.

gak berani gaya macam-macam

bukti dunia itu sempit, ketemu guru agama saya di SMA 1 Malang

jabal rahmah (pertemuan Adam-Hawa, katanya kalau malam jadi tempat prostitusi)

jabal tsur. dari kiri: nenek, saya, bunda, adek, sama Mas Ari
Alhamdulillah hampir semua tempat penting dikunjungi, tempat melontar jumroh, padang arafah, jabal rahmah, dan yang gak ketinggalan kiblat solat kita, Ka'bah di Masjidil Haram. Saya gak terbakar waktu liat Ka'bah, berarti saya gak ada keturunan jin (kalau yang ini ngawur). Saya juga mendoakan almarhum Ayah tercinta agar diberi ampunan dan kebaikan di akhirat. Amin.
gak berani gaya macam-macam
bukti dunia itu sempit, ketemu guru agama saya di SMA 1 Malang
jabal rahmah (pertemuan Adam-Hawa, katanya kalau malam jadi tempat prostitusi)
jabal tsur. dari kiri: nenek, saya, bunda, adek, sama Mas Ari
,,,,,,
Benar-benar pengalaman gak terlupakan. Teman-teman banyak yang titip doa. Mudahan nyampe semua ya doanya. Wish the best for us. Amin. Saatnya kembali ke rutinitas kuliah yang 10 hari ditinggal. Jreng.Selasa, 29 Desember 2009
Pernah nonton kismis di RCTI dulu? yang tiap episode ada saksi mata, di dudukin depan kamera, dan bercerita pengalaman mistis mereka. Mungkin sekarang saya yang duduk di depan kamera itu.
Dimulai dengan ucapan: begini ceritanya...... (musik serem)
Nah semua bermula waktu saya, adek, sama Bunda lagi main ke rumah Mami Lis (jangan tertipu panggilan si Mami kawan. She's 56 years old, active smoker, friendly, awet muda, red hair, fungky and a gaul person), di rumahnya itu ada pembantu namanya Ria, baru setahun dia kerja, umurnya 18, asal jember. Kebetulan waktu itu Mami habis ngerayain natal, walaupun kita sekeluarga muslim, gak salah kan mendatangi keluarga sekedar silaturahmi, kebetulan Mami jago masak. Oh, ketahuan deh alasan kita datang.
Setelahkenyang makan dari Mami, kita pun balik ke rumah. Eh baru mau kentut, tiba-tiba Mami telepon Bunda, dan sesaat setelah Bunda tutup telepon, ekspresinya langsung gugup sambil nyuruh: "AYO SEMUA! cepat ke rumah Mami sekarang, si Ria kejang-kejang!".
Kasus.
Sampai dirumah Mami, kita langsung masuk, semuanya pada ngumpul di kamarnya Ria, dan di situlah saya lihat, si Ria terbaring kejang-kenjang, matanya tertutup, mukanya merah, Mami dan yang lain pada duduk disekitar tempat tidurnya. Bunda langsung telepon dokter terdekat, yang langsung datang dengan muka penasaran.
Selesai diperiksa, kondisi Ria ternyata gak ditemukan sakit apapun dari segi fisik, tapi kenapa badannya panasseperti ayan kejang-kejang gitu ya? Dari situ disimpulkan, dia kesurupan. Keren. Baru kali ini lihat orang kesurupan live show.
Lama-lama badan si Ria tambah kejang-kejang gitu, sekarang saya duduk di dekat kepalanya Ria, Mas Yanto pegangin kaki, Mami disamping, yang lain pada menyaksikan dengan seksama. Siapa tau Ria berubah jadi naga. Orang-orang pada komat-kamit baca doa. Saya apa saja dibaca, sampai gak sadar, ternyata saya baca doa buka puasa.
Mas Yanto, yang mungkin terlalu bersemangat, menahan kakinya Ria terlalu keras, dan entah bagaimana, Ria yang daritadi kejang-kejang gak bersuara, tiba-tiba teriak "SAKIT GOBLOK!!!". Buset, otomatis semua pada kaget. Saya merinding.
Melihat sang pembokat yang gagah berani sampai berteriak seperti itu, saya jadi ingin mencari tahu dan mencoba bertanya: "SIAPA KAMU!". Semua orang ikut bertanya pertanyaan yang sama sampai akhirnya Ria menjawab sambil teriak "CINDY!". Wah tambah seru! Ternyata ada juga jin yang namanya Cindy, pasti ini jin milenium. Mendengar jawaban seperti itu, kita semua saling pandang, Bunda langsung tanya "Berapa umurmu, Cindy?". Cindy alias Ria langsung jawab "20 TAHUN!", dan sebelum kami menjawab, Cindy alias Ria berteriak lagi "KALIAN JANGAN GANGGU AKU! AKU CUMA MAU MAIN SAMA DIA!". Saya duduk di dekat kepalanya dia, jadi suaranya langsung bikin bulu kuduk saya hampir rontok.
Melihat keadaan seperti ini Bunda langsung suruh orang rumah buat cari daun sirih. Begitu dapat, itu daun sirih langsung diremes-remes sama Bunda, langsung di sodorin ke muka si Cindy alias Ria, yang langsung berteriak sambil memberontak. Bunda bertanya sambil membabi buta nyodorin sirih ke mukanya Ria "MASIH MAU GANGGU RIA?!". Kelihatannya jin ABG ini beneran gak tahan sama bau sirih yang disodorin ke mukanya itu, dia pun langsung menjerit kuat, tampaknya mau keluar, dan benar saja, badan Ria dalam sekejap langsung diam. Matanya langsung terbuka, nafasnya masih gak teratur, kita langsung menyandarkan badannya biar bisa duduk. Mami yang daritadi tampangnya takjub, langsung kasih air putih. Nah disitu Ria langsung cerita kalo tadi sore di dekat kamarnya ada cewek bisik-bisik ajakin dia main. Wow.
Ditengah dia bercerita dan kita mendengarkan takjub, tiba-tiba Ria melotot sambil tunjuk-tunjuk lemari pojok kamarnya: "ITU DIA! ITU DIA!" Semuanya noleh ke lemari, tapi gak ada apa-apa. Si Ria langsung tengkurap, dia ketakutan, sambil ngintip sekitar, dia langsung nunjuk langit-langit tepat di atas saya "ITU DIA DI ATAS!". Anjrit saya langsung merinding gak karuan. Beneran gak ada apa-apa di atas situ. si Ria langsung pingsan, dan mukanya merah, dia kemasukan lagi.
Situasi seperti ini membuat kita memindahkan Ria diruang tengah biar lebih luas. Saya pun menggotong Ria yang lagi pingsan, untung orangnya kecil, jadi ringan, saya gak bisa bayangin kalo Ria badannya kayak Pretty Asmara, tinggal gelindingin aja beres.

si Ria habis dipindahin, biar suasana mendukung saya kasih lightning effect
Sehabis digotong diruang tengah bukannya tenang, malah tambah meronta-ronta. Kita pun bergegas memegangi dengan formasi yang sama seperti di kamar, saya di dekat kepalanya pegangin dua tangan. Mas Yanto kali ini lebih tehnikal, jempol kakinya Ria semua dipijetin, katanya biar cepat keluar. Saya merasa aneh kok kemasukan lagi, langsung bertanya "CINDY? KENAPA KAMU KEMBALI LAGI?". Ria yang semakin berkuat, langsung membantah "AKU BUKAN CINDY! AKU TIKA!".
Oke, kasus semakin panjang, tadi jin ABG Cindy, sekarang adalagi si Tika yang ikutan. Cindy? Tika? Nama yang gaul untuk sebangsa jin.
Bunda yang penasaran langsung tanya "Berapa umurmu, Tika?". Terus Tika alias Ria menjawab "18 TAHUN!". Saya geleng-geleng, ini mah jin dibawah umur, kali ini giliran saya yang tanya "KENAPA KAMU GANGGU RIA? APA SALAH DIA?". Si Tika alias Ria langsung teriak "AKU SUKA SAMA RIA! DIA SUKA MELAMUN! DIA YANG AJAK AKU MAIN!". Asem, Ria kok seneng main sama jin? Apa serunya? Bisa main terbang-terbangan?
Bunda tanpa basa-basi langsung ngeluarin daun sirih lagi, senjata yang paling ampuh buat ngusir Cindy, dan langsung di sodorin ke muka si Tika alias Ria yang langsung menjerit "ADUH! APA INI!". Mampus! Telan itu sirih kuat-kuat! Lama kelamaan Tika gak tahan juga, dan tiba-tiba badan Ria diam lagi. Tika sudah keluar.
Setelah sadar, kita menyuruh Ria untuk tutup mata, biar dia gak liat macam-macam lagi, tetapi dia gak mau, tetap aja mandangin sekitar sampai akhirnya dia nunjuk tembok dibelakang saya, yang banyak fotonya, sambil teriak "ITU MEREKA DI FOTO BANYAAAAAAAKKKKK!". Sompret! Saya langsung noleh, untungnya gak ada apa-apa, syukur deh gak bisa liat makhluk halus, kalo bisa liat, mungkin saya yang semaput daritadi.
Mami langsung telepon orang pintar, kata orang pintarnya nanti diterawang dari rumahnya, paranolmal sekarang sudah ada jaringan wireless rupanya. Pokoknya jam 11 malam katanya si Ria udah gak bakal diganggu. ini sudah setengah 11 lewat jadi sebentar lagi bakal aman. Bunda ambilin bantal sama selimut buat Ria yang masih ketakutan ngeliat sekeliling.
Saya, yang daritadi tegang bukan main, jadi kebelet pipis, aduh kok situasi begini harus kebelet pipis! Saya pun harus ke kamar mandi, minta ditemenin si Bagus (keponakannya Mami). Saya langsung menuju kamar mandi, pintu saya biarin kebuka, tenang, saya pipis membelakangi Bagus kok jadi gak kelihatan. Eh lagi enak-enaknya pipis keluar, pas udah mau selesai, si Ria teriak "MAS INDRA AWAS! MEREKA ADA DI KAMAR MANDI!". Sumpah pipis saya langsung kemana-mana. Habis selesai pipis,saya sama Bagus langsung lari secepat kilat ke ruang tengah lagi, beneran deh, saya merinding di kamar mandi tadi. Orang rumah pada cengengesan semua, celana saya basah kena air karena buru-buru dibersihin. Sudah jin, mesum pula. Kampret.
Dimulai dengan ucapan: begini ceritanya...... (musik serem)
Nah semua bermula waktu saya, adek, sama Bunda lagi main ke rumah Mami Lis (jangan tertipu panggilan si Mami kawan. She's 56 years old, active smoker, friendly, awet muda, red hair, fungky and a gaul person), di rumahnya itu ada pembantu namanya Ria, baru setahun dia kerja, umurnya 18, asal jember. Kebetulan waktu itu Mami habis ngerayain natal, walaupun kita sekeluarga muslim, gak salah kan mendatangi keluarga sekedar silaturahmi, kebetulan Mami jago masak. Oh, ketahuan deh alasan kita datang.
,,,,,,
Setelah
Kasus.
Sampai dirumah Mami, kita langsung masuk, semuanya pada ngumpul di kamarnya Ria, dan di situlah saya lihat, si Ria terbaring kejang-kenjang, matanya tertutup, mukanya merah, Mami dan yang lain pada duduk disekitar tempat tidurnya. Bunda langsung telepon dokter terdekat, yang langsung datang dengan muka penasaran.
Selesai diperiksa, kondisi Ria ternyata gak ditemukan sakit apapun dari segi fisik, tapi kenapa badannya panas
Lama-lama badan si Ria tambah kejang-kejang gitu, sekarang saya duduk di dekat kepalanya Ria, Mas Yanto pegangin kaki, Mami disamping, yang lain pada menyaksikan dengan seksama. Siapa tau Ria berubah jadi naga. Orang-orang pada komat-kamit baca doa. Saya apa saja dibaca, sampai gak sadar, ternyata saya baca doa buka puasa.
Mas Yanto, yang mungkin terlalu bersemangat, menahan kakinya Ria terlalu keras, dan entah bagaimana, Ria yang daritadi kejang-kejang gak bersuara, tiba-tiba teriak "SAKIT GOBLOK!!!". Buset, otomatis semua pada kaget. Saya merinding.
Melihat sang pembokat yang gagah berani sampai berteriak seperti itu, saya jadi ingin mencari tahu dan mencoba bertanya: "SIAPA KAMU!". Semua orang ikut bertanya pertanyaan yang sama sampai akhirnya Ria menjawab sambil teriak "CINDY!". Wah tambah seru! Ternyata ada juga jin yang namanya Cindy, pasti ini jin milenium. Mendengar jawaban seperti itu, kita semua saling pandang, Bunda langsung tanya "Berapa umurmu, Cindy?". Cindy alias Ria langsung jawab "20 TAHUN!", dan sebelum kami menjawab, Cindy alias Ria berteriak lagi "KALIAN JANGAN GANGGU AKU! AKU CUMA MAU MAIN SAMA DIA!". Saya duduk di dekat kepalanya dia, jadi suaranya langsung bikin bulu kuduk saya hampir rontok.
Melihat keadaan seperti ini Bunda langsung suruh orang rumah buat cari daun sirih. Begitu dapat, itu daun sirih langsung diremes-remes sama Bunda, langsung di sodorin ke muka si Cindy alias Ria, yang langsung berteriak sambil memberontak. Bunda bertanya sambil membabi buta nyodorin sirih ke mukanya Ria "MASIH MAU GANGGU RIA?!". Kelihatannya jin ABG ini beneran gak tahan sama bau sirih yang disodorin ke mukanya itu, dia pun langsung menjerit kuat, tampaknya mau keluar, dan benar saja, badan Ria dalam sekejap langsung diam. Matanya langsung terbuka, nafasnya masih gak teratur, kita langsung menyandarkan badannya biar bisa duduk. Mami yang daritadi tampangnya takjub, langsung kasih air putih. Nah disitu Ria langsung cerita kalo tadi sore di dekat kamarnya ada cewek bisik-bisik ajakin dia main. Wow.
Ditengah dia bercerita dan kita mendengarkan takjub, tiba-tiba Ria melotot sambil tunjuk-tunjuk lemari pojok kamarnya: "ITU DIA! ITU DIA!" Semuanya noleh ke lemari, tapi gak ada apa-apa. Si Ria langsung tengkurap, dia ketakutan, sambil ngintip sekitar, dia langsung nunjuk langit-langit tepat di atas saya "ITU DIA DI ATAS!". Anjrit saya langsung merinding gak karuan. Beneran gak ada apa-apa di atas situ. si Ria langsung pingsan, dan mukanya merah, dia kemasukan lagi.
Situasi seperti ini membuat kita memindahkan Ria diruang tengah biar lebih luas. Saya pun menggotong Ria yang lagi pingsan, untung orangnya kecil, jadi ringan, saya gak bisa bayangin kalo Ria badannya kayak Pretty Asmara, tinggal gelindingin aja beres.

si Ria habis dipindahin, biar suasana mendukung saya kasih lightning effect
Sehabis digotong diruang tengah bukannya tenang, malah tambah meronta-ronta. Kita pun bergegas memegangi dengan formasi yang sama seperti di kamar, saya di dekat kepalanya pegangin dua tangan. Mas Yanto kali ini lebih tehnikal, jempol kakinya Ria semua dipijetin, katanya biar cepat keluar. Saya merasa aneh kok kemasukan lagi, langsung bertanya "CINDY? KENAPA KAMU KEMBALI LAGI?". Ria yang semakin berkuat, langsung membantah "AKU BUKAN CINDY! AKU TIKA!".
Oke, kasus semakin panjang, tadi jin ABG Cindy, sekarang adalagi si Tika yang ikutan. Cindy? Tika? Nama yang gaul untuk sebangsa jin.
Bunda yang penasaran langsung tanya "Berapa umurmu, Tika?". Terus Tika alias Ria menjawab "18 TAHUN!". Saya geleng-geleng, ini mah jin dibawah umur, kali ini giliran saya yang tanya "KENAPA KAMU GANGGU RIA? APA SALAH DIA?". Si Tika alias Ria langsung teriak "AKU SUKA SAMA RIA! DIA SUKA MELAMUN! DIA YANG AJAK AKU MAIN!". Asem, Ria kok seneng main sama jin? Apa serunya? Bisa main terbang-terbangan?
Bunda tanpa basa-basi langsung ngeluarin daun sirih lagi, senjata yang paling ampuh buat ngusir Cindy, dan langsung di sodorin ke muka si Tika alias Ria yang langsung menjerit "ADUH! APA INI!". Mampus! Telan itu sirih kuat-kuat! Lama kelamaan Tika gak tahan juga, dan tiba-tiba badan Ria diam lagi. Tika sudah keluar.
Mami langsung telepon orang pintar, kata orang pintarnya nanti diterawang dari rumahnya, paranolmal sekarang sudah ada jaringan wireless rupanya. Pokoknya jam 11 malam katanya si Ria udah gak bakal diganggu. ini sudah setengah 11 lewat jadi sebentar lagi bakal aman. Bunda ambilin bantal sama selimut buat Ria yang masih ketakutan ngeliat sekeliling.
Saya, yang daritadi tegang bukan main, jadi kebelet pipis, aduh kok situasi begini harus kebelet pipis! Saya pun harus ke kamar mandi, minta ditemenin si Bagus (keponakannya Mami). Saya langsung menuju kamar mandi, pintu saya biarin kebuka, tenang, saya pipis membelakangi Bagus kok jadi gak kelihatan. Eh lagi enak-enaknya pipis keluar, pas udah mau selesai, si Ria teriak "MAS INDRA AWAS! MEREKA ADA DI KAMAR MANDI!". Sumpah pipis saya langsung kemana-mana. Habis selesai pipis,saya sama Bagus langsung lari secepat kilat ke ruang tengah lagi, beneran deh, saya merinding di kamar mandi tadi. Orang rumah pada cengengesan semua, celana saya basah kena air karena buru-buru dibersihin. Sudah jin, mesum pula. Kampret.
Setelah kemasukan dua jin ABG berturut-turut, si Ria daritadi badannya gemeteran, dia terbaring lemas dibalik selimut. Akhirnya buat jagain dia, kita memutuskan rame-rame bobo diruang tengah, dan apesnya, saya kebagian jatah bobo pas di sebelah Ria. Mudahan dia gak kumat tengah malam terus kita di cekek satu-satu *nyelipin pentungan dibalik bantal*.

Ria alias Cindy alias Tika
Semoga dengan pulangnya Ria ke Jember, si Cindy sama Tika gak bikin ulah lagi. Bunda sudah panggil orang pintar buat menerawang rumah kita sama rumah Mami, dan sekarang rumah kita semua Insya Allah sudah aman, mudah-mudahan gak ada kejadian aneh lagi untuk seterusnya.
Dan hasilnya sekarang kalo lagi dirumah sendirian saya jadi parno sendiri. Kampret.
,,,,,,
Untung selama tidur nothing happen, besoknya semua masih hidup, dan hari itu Ria cerita kalo dia lagi banyak pikiran sampai stres, pacarnya sudah tunangan sama perempuan lain (wah sinetron banget), karena itu dia suka bengong sampai gampang dimasukin. Malamnya hari itu juga, Ria langsung dipulangin ke Jember bareng Mas Yanto yang kebetulan pulang juga kesana.
Ria alias Cindy alias Tika
Semoga dengan pulangnya Ria ke Jember, si Cindy sama Tika gak bikin ulah lagi. Bunda sudah panggil orang pintar buat menerawang rumah kita sama rumah Mami, dan sekarang rumah kita semua Insya Allah sudah aman, mudah-mudahan gak ada kejadian aneh lagi untuk seterusnya.
Dan hasilnya sekarang kalo lagi dirumah sendirian saya jadi parno sendiri. Kampret.
Sabtu, 04 April 2009
Sedikit update:
1. Innalillahi wa ina'illaihi roji'un. Ayahanda saya tercinta Kombes Pol. Drs. Widjaya telah meninggal dunia pada 6 Januari 2009 pada jam 1 malam karena stroke. Hope it's the best from God for us.
2. Baru saja lulus dari SMAN 1 Malang.
3. Sudah diterima Universitas Brawijaya di fakultas hukum.Dengan cita-cita ingin menjadi tersangka.
1. Innalillahi wa ina'illaihi roji'un. Ayahanda saya tercinta Kombes Pol. Drs. Widjaya telah meninggal dunia pada 6 Januari 2009 pada jam 1 malam karena stroke. Hope it's the best from God for us.
2. Baru saja lulus dari SMAN 1 Malang.
3. Sudah diterima Universitas Brawijaya di fakultas hukum.
Rabu, 24 September 2008
Saya paling benci ama yang namanya curut, cicak, alay, sama kecoak. Jadi jangan heran, saya bisa menjerit histeris kalo berjumpa salah satu dari makhluk tersebut. Dan cerita berikut semakin menambah rasa benci saya terhadap mereka:
Suatu pagi, pas baru bangun dibulan puasa, mau mandi, saya jalan ke belakang buat ambil handuk. Pas buka pintu belakang...
NAJIS!
Di akuarium belakang, saya melihat sosok gelap, licin, basah, bermoncong, dan berbulu, megep megep gak karuan... naujubilah itu apa yang nyungsep di akuarium!

apa ikan mas saya tumbuh kaki?
Ternyata, itu seekor curut. terjebak di akuarium, gara-gara mau gigitin kabel akuarium di atas, mungkin dia terpeleset ampe kecemplung kedalam situ.
MAMPUS! TELEN KUAT-KUAT ITU AIR IKAN! HAHAHAHA...
Saya, yang punya dendam kesumat pada para curut yang suka ngerecokin rumah ini, senang saja melihat dia tersiksa dalam akuarium, ada perasaan gimana gitu liatin dia megep megep.
Tuhan itu adil.

hidungnya pengen saya sumbatin ajinomoto
Sayaiba puas juga ngeliatin ini curut berjuang untuk bernapas, gak ada jalan keluar buat dia, tinggal tunggu waktunya. Tiada maaf bagimu! kaummu telah mengotori rumah manusia dengan bangkai, tinja dan pipis! Matilah kau! MATILAH!
Om Woro, yang juga ikut ngeliat kejadian ini, malah mempermainkan itu curut dengan menusuk-nusuk pake kayu, dengan sangat terpaksa, itu curut menyelam dengan gagahnya kedalam. Hampir kesedot adaptor akuarium.
,,,,,,
Beberapa menit berlalu, kayaknya si curut sudah mulai kehabisan tenaga, kadang-kadang dia berhenti berenang, yang resikonya, tenggelam sesaat, gak bisa napas deh.

sakratul maut
Beberapa menit berlanjut, dan saat menjelang detik terakhir dalam hidupnya, sang curutyang sangat tidak beruntung ini mengeluarkan semacam cairan yang menjijikan dari dalam mulutnya.
Naaaaahhhh... Inilah saatnya. Karena sudah bener-bener gak kuat, atau kebanyakan nelen air ikan, curut itu pun tewas mengenaskan kelelep sambil kejang-kejang. Mampus.

innalillahi wa ina'illaihi roji'un
Kalau ada kaum curut yang baca blog saya, INI PELAJARAN BUAT KALIAN! Kalau gak mau bernasib kayak dia ini, jangan sentuh rumah saya lagi! JANGAN!
Pesan buat curut yang meninggal duniadi tangan akuariumku, semoga kalau reinkarnasi, kamu jadi ikan mas, biar bisa berenang.
Suatu pagi, pas baru bangun dibulan puasa, mau mandi, saya jalan ke belakang buat ambil handuk. Pas buka pintu belakang...
NAJIS!
Di akuarium belakang, saya melihat sosok gelap, licin, basah, bermoncong, dan berbulu, megep megep gak karuan... naujubilah itu apa yang nyungsep di akuarium!

apa ikan mas saya tumbuh kaki?
Ternyata, itu seekor curut. terjebak di akuarium, gara-gara mau gigitin kabel akuarium di atas, mungkin dia terpeleset ampe kecemplung kedalam situ.
MAMPUS! TELEN KUAT-KUAT ITU AIR IKAN! HAHAHAHA...
,,,,,,
Saya, yang punya dendam kesumat pada para curut yang suka ngerecokin rumah ini, senang saja melihat dia tersiksa dalam akuarium, ada perasaan gimana gitu liatin dia megep megep.
Tuhan itu adil.

hidungnya pengen saya sumbatin ajinomoto
Saya
Om Woro, yang juga ikut ngeliat kejadian ini, malah mempermainkan itu curut dengan menusuk-nusuk pake kayu, dengan sangat terpaksa, itu curut menyelam dengan gagahnya kedalam. Hampir kesedot adaptor akuarium.
,,,,,,
Beberapa menit berlalu, kayaknya si curut sudah mulai kehabisan tenaga, kadang-kadang dia berhenti berenang, yang resikonya, tenggelam sesaat, gak bisa napas deh.

sakratul maut
Beberapa menit berlanjut, dan saat menjelang detik terakhir dalam hidupnya, sang curut
Naaaaahhhh... Inilah saatnya. Karena sudah bener-bener gak kuat, atau kebanyakan nelen air ikan, curut itu pun tewas mengenaskan kelelep sambil kejang-kejang. Mampus.

innalillahi wa ina'illaihi roji'un
,,,,,,
Kalau ada kaum curut yang baca blog saya, INI PELAJARAN BUAT KALIAN! Kalau gak mau bernasib kayak dia ini, jangan sentuh rumah saya lagi! JANGAN!
Pesan buat curut yang meninggal dunia
Kamis, 24 April 2008
Kalimat diatas adalah judul dari sebuah buku sampingan Raditya Dika, yang mengadakan kontes untuk para pembaca yang dipaksa harus menampilkan bukunya di foto-foto yang dilombakan.

bukan poster film horror, ini cover buku
Saya pernah kirim foto ke kontes ini, buat iseng saja, dan ternyata saya kepilih coy. Saya beli buku ini dengan harga dua puluh ribu, dan melihat sebuah sosok di halaman 81. Naujubilah.

kasihanilah orang ini
Iba pada diri sendiri, dengan judul sarapan, wujud saya disitu terlihat sangat memperihatinkan, gak ada yang bisa dimasukin ke dalam mulut selain buku si kambing itu. Rasanya? Pahit.

bukan poster film horror, ini cover buku
Saya pernah kirim foto ke kontes ini, buat iseng saja, dan ternyata saya kepilih coy. Saya beli buku ini dengan harga dua puluh ribu, dan melihat sebuah sosok di halaman 81. Naujubilah.

kasihanilah orang ini
Iba pada diri sendiri, dengan judul sarapan, wujud saya disitu terlihat sangat memperihatinkan, gak ada yang bisa dimasukin ke dalam mulut selain buku si kambing itu. Rasanya? Pahit.
Langgan:
Entri (Atom)



