Ada yang konyol waktu gue UBT (Ulangan Blok Terakhir) pelajaran agama kmaren. =P
Tapi sebelum itu, gue akan menjelaskan tempat duduk gue UBT tahun ini (karena tempat duduk menentukan prestasi). Berhubung gue dapet duduk paling depan (lebih tepatnya di depan meja guru), jadi semakin suramlah nasib gue.
Kira” seperti ini >-----------------> |Kursi Pengawas| |Meja Guru|
|Deeta-Kelas1-Ayha| |Kelas1-Kelas2-Kelas1| |*GUE*-Kelas1-KOSONG|
|Andang-Kelas1-Anam| |Kelas1-Kelas2-Kelas1| |Anca - Kelas1- Arum|
|Kelas2-Kelas1-Kelas2| |Kelas1-Kelas2-Kelas1| |Kelas2-Kelas1-Kelas2|
|Kelas2-Kelas1-Kelas2| |Kelas1-Kelas2-Kelas1| |Kelas2-Kelas1-Kelas2|
|Kelas2-Kelas1-Kelas2| |Kelas1-Kelas2-Kelas1| |Kelas2-Kelas1-Kelas2|

hoki banget gitu
Keterangan:
1) Tempat duduk pengawas 1, biasanya guru yang duduk di sini paling sering keluyuran jaga di belakang. Ga pewe kali.
2) Tempat duduk pengawas 2, paling gue waspadain (depan gue, jack!).
3) Jendela luar, pengalih perhatian pengawas 2. Biasanya kalo ga ada kerjaan pasti liat” keluar jendela, mudah”an ada kejadian heboh apa gitu, yang bikin dia ngeliat ke sana terus. =P
4) Tempat duduk kosong, yang bikin gue ga bisa nyontek sama penghuni yang seharusnya ada di situ. Kabarnya dia pindah sekolah, dan sialnya datanya masih tercantum di absen, sial gue.
5) Koran & Majalah, pengalih perhatian pengawas 1 & 2. Kalo mereka lagi bosen, gue udah menyiapkan Kompas dan Jawa Pos, buat Ibu” ada Genine. Kalo majalah Pleboi ga ada.
6) Tempat duduk gue. Aduh, mimpi apa semalam sampe harus menelan pil pahit seperti ini T___T
7) Kelas 10 yang duduk di samping gue. Orangnya ga pernah nyontek. Tapi dia harus terganggu karena harus duduk dengan gue. Hahaha.
8) Tempat duduk Anca. Teman yang bisa gue andalin sewaktu” darurat. Nyawa juga dipertaruhkan kalo mau lirik ke belakang.
,,,,,,
Bisa diliat, gue adalah siswa paling “beruntung” di kelas ini, udah duduk paling depan, harapan gue satu”nya buat nyontek (kelas 2 yang duduk di seberang kanan gue) ternyata KOSONG. Menurut informasi dia pindah, tapi datanya masih ada. Yang gue bisa andalin di kelas ini cuma Anca-Arum yang duduk di belakang gue, Ayha-Deeta yang duduk di pojok kiri depan, sama Anam-Andhang yang duduk di belakang Ayha-Deeta. *sial*
,,,,,,
Kembali ke UBT Agama.
Kali ini pengawasnya Frau Rizka (guru jerman gue, cantik lho, masi muda, hihi), sama Bapak-Ga-Tau-Namanya, pokoknya kacamataan, kumisan, jenggotan, botak setengah lingkaran, jayus, dan genit sekalee, sumpah Bapak ini waktu ngawas kerjaannya godain Frau Rizkaaaaa terus. Gue kan jadi jeles. *behhhh*
Gue memulai UBT dengan biasa (LJK dijawab sebisanya, sambil nunggu bantuan dari lingkungan sekitar), beberapa menit berlalu, dengan mempertaruhkan nyawa gue sedikit” ngelirik si Anca yang dengan lancarnya menjawab semua pertanyaan, motto gue: sekali lirik, 4-5 nomor terjawab. Disaat gue lagi konsentrasi menghapalkan jawaban “B,C,B,D,A....”
“Ehhmmmm...”
Tiba” ada suara batuk kecil yang membuat konsentrasi gue pecah. Gawat, suara itu kayaknya ga beres. Gue pun menghadapkan leher kedepan lagi, dan benar saja, Frau Rizka lagi ngeliat ke arah gue sambil senyum” (Bapak Ga-Tau-Namanya lagi asik baca koran, baca halaman tips awet muda kali).
Gue balas nyengir. Ah ga mungkin ketahuan, perasaan gue aja kali.
,,,,,,
Beberapa menit berlalu, LJK masih banyak yang belum terisi, gue coba tanya ke Anam (liat denah) dengan sedikit menoleh. Setelah Anam menjawab gue langsung berusaha secepatnya menghadap depan.
Tapi apa mau dikata, Frau Rizka lagi” pas ngeliat ke arah gue. *kartu kuning*
,,,,,,
Waktu tersisa tinggal 10 menit lagi. OMG. Time Is Running Out.
Gue harus menuhin sedikit lagi bulet”an di LJK yang udah kaya tai kambing kececer ga karuan ini. Dengan nyali yang tersisa, gue bisik” ke belakang: “Woey,,, 41 ampe 45 apa,,,???”. Belum sempet di jawab, gue lagi” kepergok Frau Rizka.
*wo o... kamu ketahuan*
Tanpa berkata apa” Frau Rizka langsung ngambil kertas di tasnya, menulis sesuatu, dan langsung meletakkannya di meja gue (sambil tersenyum).

mampus gue
Di situ tertulis dengan indahnya: “ NYONTEKNYA KURANG CANGGIH => “ (wadu, ada smiley nya lagi).
Ternyata Frau Rizka dari tadi perhatiin gaya” ga senonoh gue yang mencurigakan ini. Matilah aku. Frau Rizka diam” menghanyutkan...!!! Untung aja LJK gue ga diambil, beliau mengira cara nyontek gue kurang canggih. Padahal gue mempunyai banyak teknik "canggih" kasat mata, yang belum pernah ketahuan sekalipun. Akan di jelaskan di post berikutnya, hohoho.
,,,,,,
Huff, ujian udah kelar semua. Tinggal nyari ruangan buat remidial.
xD