Selasa, 29 Desember 2009

Ria, Cindy, dan Tika

Pernah nonton kismis di RCTI dulu? yang tiap episode ada saksi mata, di dudukin depan kamera, dan bercerita pengalaman mistis mereka. Mungkin sekarang saya yang duduk di depan kamera itu.

Dimulai dengan ucapan: begini ceritanya...... (musik serem)


Nah semua bermula waktu saya, adek, sama Bunda lagi main ke rumah Mami Lis (jangan tertipu panggilan si Mami kawan. She's 56 years old, active smoker, friendly, awet muda, red hair, fungky and a gaul person), di rumahnya itu ada pembantu namanya Ria, baru setahun dia kerja, umurnya 18, asal jember. Kebetulan waktu itu Mami habis ngerayain natal, walaupun kita sekeluarga muslim, gak salah kan mendatangi keluarga sekedar silaturahmi, kebetulan Mami jago masak. Oh, ketahuan deh alasan kita datang.


,,,,,,


Setelah kenyang makan dari Mami, kita pun balik ke rumah. Eh baru mau kentut, tiba-tiba Mami telepon Bunda, dan sesaat setelah Bunda tutup telepon, ekspresinya langsung gugup sambil nyuruh: "AYO SEMUA! cepat ke rumah Mami sekarang, si Ria kejang-kejang!".

Kasus.

Sampai dirumah Mami, kita langsung masuk, semuanya pada ngumpul di kamarnya Ria, dan di situlah saya lihat, si Ria terbaring kejang-kenjang, matanya tertutup, mukanya merah, Mami dan yang lain pada duduk disekitar tempat tidurnya. Bunda langsung telepon dokter terdekat, yang langsung datang dengan muka penasaran.

Selesai diperiksa, kondisi Ria ternyata gak ditemukan sakit apapun dari segi fisik, tapi kenapa badannya panas seperti ayan kejang-kejang gitu ya? Dari situ disimpulkan, dia kesurupan. Keren. Baru kali ini lihat orang kesurupan live show.

Lama-lama badan si Ria tambah kejang-kejang gitu, sekarang saya duduk di dekat kepalanya Ria, Mas Yanto pegangin kaki, Mami disamping, yang lain pada menyaksikan dengan seksama. Siapa tau Ria berubah jadi naga. Orang-orang pada komat-kamit baca doa. Saya apa saja dibaca, sampai gak sadar, ternyata saya baca doa buka puasa.

Mas Yanto, yang mungkin terlalu bersemangat, menahan kakinya Ria terlalu keras, dan entah bagaimana, Ria yang daritadi kejang-kejang gak bersuara, tiba-tiba teriak "SAKIT GOBLOK!!!". Buset, otomatis semua pada kaget. Saya merinding.

Melihat sang pembokat yang gagah berani sampai berteriak seperti itu, saya jadi ingin mencari tahu dan mencoba bertanya: "SIAPA KAMU!". Semua orang ikut bertanya pertanyaan yang sama sampai akhirnya Ria menjawab sambil teriak "CINDY!". Wah tambah seru! Ternyata ada juga jin yang namanya Cindy, pasti ini jin milenium. Mendengar jawaban seperti itu, kita semua saling pandang, Bunda langsung tanya "Berapa umurmu, Cindy?". Cindy alias Ria langsung jawab "20 TAHUN!", dan sebelum kami menjawab, Cindy alias Ria berteriak lagi "KALIAN JANGAN GANGGU AKU! AKU CUMA MAU MAIN SAMA DIA!". Saya duduk di dekat kepalanya dia, jadi suaranya langsung bikin bulu kuduk saya hampir rontok.

Melihat keadaan seperti ini Bunda langsung suruh orang rumah buat cari daun sirih. Begitu dapat, itu daun sirih langsung diremes-remes sama Bunda, langsung di sodorin ke muka si Cindy alias Ria, yang langsung berteriak sambil memberontak. Bunda bertanya sambil membabi buta nyodorin sirih ke mukanya Ria "MASIH MAU GANGGU RIA?!". Kelihatannya jin ABG ini beneran gak tahan sama bau sirih yang disodorin ke mukanya itu, dia pun langsung menjerit kuat, tampaknya mau keluar, dan benar saja, badan Ria dalam sekejap langsung diam. Matanya langsung terbuka, nafasnya masih gak teratur, kita langsung menyandarkan badannya biar bisa duduk. Mami yang daritadi tampangnya takjub, langsung kasih air putih. Nah disitu Ria langsung cerita kalo tadi sore di dekat kamarnya ada cewek bisik-bisik ajakin dia main. Wow.

Ditengah dia bercerita dan kita mendengarkan takjub, tiba-tiba Ria melotot sambil tunjuk-tunjuk lemari pojok kamarnya: "ITU DIA! ITU DIA!" Semuanya noleh ke lemari, tapi gak ada apa-apa. Si Ria langsung tengkurap, dia ketakutan, sambil ngintip sekitar, dia langsung nunjuk langit-langit tepat di atas saya "ITU DIA DI ATAS!". Anjrit saya langsung merinding gak karuan. Beneran gak ada apa-apa di atas situ. si Ria langsung pingsan, dan mukanya merah, dia kemasukan lagi.

Situasi seperti ini membuat kita memindahkan Ria diruang tengah biar lebih luas. Saya pun menggotong Ria yang lagi pingsan, untung orangnya kecil, jadi ringan, saya gak bisa bayangin kalo Ria badannya kayak Pretty Asmara, tinggal gelindingin aja beres.



si Ria habis dipindahin, biar suasana mendukung saya kasih lightning effect


Sehabis digotong diruang tengah bukannya tenang, malah tambah meronta-ronta. Kita pun bergegas memegangi dengan formasi yang sama seperti di kamar, saya di dekat kepalanya pegangin dua tangan. Mas Yanto kali ini lebih tehnikal, jempol kakinya Ria semua dipijetin, katanya biar cepat keluar. Saya merasa aneh kok kemasukan lagi, langsung bertanya "CINDY? KENAPA KAMU KEMBALI LAGI?". Ria yang semakin berkuat, langsung membantah "AKU BUKAN CINDY! AKU TIKA!".

Oke, kasus semakin panjang, tadi jin ABG Cindy, sekarang adalagi si Tika yang ikutan. Cindy? Tika? Nama yang gaul untuk sebangsa jin.

Bunda yang penasaran langsung tanya "Berapa umurmu, Tika?". Terus Tika alias Ria menjawab "18 TAHUN!". Saya geleng-geleng, ini mah jin dibawah umur, kali ini giliran saya yang tanya "KENAPA KAMU GANGGU RIA? APA SALAH DIA?". Si Tika alias Ria langsung teriak "AKU SUKA SAMA RIA! DIA SUKA MELAMUN! DIA YANG AJAK AKU MAIN!". Asem, Ria kok seneng main sama jin? Apa serunya? Bisa main terbang-terbangan?

Bunda tanpa basa-basi langsung ngeluarin daun sirih lagi, senjata yang paling ampuh buat ngusir Cindy, dan langsung di sodorin ke muka si Tika alias Ria yang langsung menjerit "ADUH! APA INI!". Mampus! Telan itu sirih kuat-kuat! Lama kelamaan Tika gak tahan juga, dan tiba-tiba badan Ria diam lagi. Tika sudah keluar.

Setelah sadar, kita menyuruh Ria untuk tutup mata, biar dia gak liat macam-macam lagi, tetapi dia gak mau, tetap aja mandangin sekitar sampai akhirnya dia nunjuk tembok dibelakang saya, yang banyak fotonya, sambil teriak "ITU MEREKA DI FOTO BANYAAAAAAAKKKKK!". Sompret! Saya langsung noleh, untungnya gak ada apa-apa, syukur deh gak bisa liat makhluk halus, kalo bisa liat, mungkin saya yang semaput daritadi.

Mami langsung telepon orang pintar, kata orang pintarnya nanti diterawang dari rumahnya, paranolmal sekarang sudah ada jaringan wireless rupanya. Pokoknya jam 11 malam katanya si Ria udah gak bakal diganggu. ini sudah setengah 11 lewat jadi sebentar lagi bakal aman. Bunda ambilin bantal sama selimut buat Ria yang masih ketakutan ngeliat sekeliling.

Saya, yang daritadi tegang bukan main, jadi kebelet pipis, aduh kok situasi begini harus kebelet pipis! Saya pun harus ke kamar mandi, minta ditemenin si Bagus (keponakannya Mami). Saya langsung menuju kamar mandi, pintu saya biarin kebuka, tenang, saya pipis membelakangi Bagus kok jadi gak kelihatan. Eh lagi enak-enaknya pipis keluar, pas udah mau selesai, si Ria teriak "MAS INDRA AWAS! MEREKA ADA DI KAMAR MANDI!". Sumpah pipis saya langsung kemana-mana. Habis selesai pipis,saya sama Bagus langsung lari secepat kilat ke ruang tengah lagi, beneran deh, saya merinding di kamar mandi tadi. Orang rumah pada cengengesan semua, celana saya basah kena air karena buru-buru dibersihin. Sudah jin, mesum pula. Kampret.

Setelah kemasukan dua jin ABG berturut-turut, si Ria daritadi badannya gemeteran, dia terbaring lemas dibalik selimut. Akhirnya buat jagain dia, kita memutuskan rame-rame bobo diruang tengah, dan apesnya, saya kebagian jatah bobo pas di sebelah Ria. Mudahan dia gak kumat tengah malam terus kita di cekek satu-satu *nyelipin pentungan dibalik bantal*.


,,,,,,


Untung selama tidur nothing happen, besoknya semua masih hidup, dan hari itu Ria cerita kalo dia lagi banyak pikiran sampai stres, pacarnya sudah tunangan sama perempuan lain (wah sinetron banget), karena itu dia suka bengong sampai gampang dimasukin. Malamnya hari itu juga, Ria langsung dipulangin ke Jember bareng Mas Yanto yang kebetulan pulang juga kesana.



Ria alias Cindy alias Tika


Semoga dengan pulangnya Ria ke Jember, si Cindy sama Tika gak bikin ulah lagi. Bunda sudah panggil orang pintar buat menerawang rumah kita sama rumah Mami, dan sekarang rumah kita semua Insya Allah sudah aman, mudah-mudahan gak ada kejadian aneh lagi untuk seterusnya.

Dan hasilnya sekarang kalo lagi dirumah sendirian saya jadi parno sendiri. Kampret.

8 komentar:

Anonim mengatakan...

kurang videonya tuh kaya paranormal activity , pas km kencing tuh wkakakaaka gila
rahem

Indra Widjaya mengatakan...

wah jangan hammm kasian aku hahahaha

Anonim mengatakan...

huahaaaaaaaaaaaaahahaha

Trisna mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Trisna mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
simpleBlog mengatakan...

waduh ndra, tadinya aku ga sengaja buka blog kamu karna penasaran sama link dari y!m kamu.. ga taunya kaget juga baca ginian, kesian si mbak ria-nya ya, jadi pulang deh.. maminya juga kesian ga ada pembantu.

salam buat ade ary sama ibu ya. =)

Anonim mengatakan...

Your blog keeps getting better and better! Your older articles are not as good as newer ones you have a lot more creativity and originality now keep it up!

Anonim mengatakan...

hahaha,,,baru Liat ne bLog ne di aneka yess ,v ga Tau edisi brp,,, lgsung deh saia buka ne bLog,,eehhh ternyata Ehh ternyata Ceritax LUcun,,fun bgt,,,hahahah
jd ngakak sndrian neh di dpn laPtop hahahaha,,,,^^