Selasa, 23 Maret 2010

Hongkong-Madinah-Mekkah

Alhamdulillah untuk pertama kalinya saya diberikan kesempatan untuk melakukan perjalanan ini bersama keluarga, dengan mengorbankan 10 hari kuliah hore hore hore. Dari Malang kita menginap di Surabaya agar besok subuhnya gak terlalu capek karena jadwal pesawat pagi sekali.





Foto di atas adalah kakak sepupu saya Mas Adit yang sedang solat. Inilah solat yang khusyu, sambil mengagumi kebesaran Yang Maha Kuasa (karena tirai jendela hotel dibuka).

Setelah istirahat satu malam akhirnya pagi kita ke bandara Juanda. Terbang deh.
Tujuan pertama adalah Hongkong.


,,,,,,


Sampai di Hongkong kita harus menunggu 8 jam untuk penerbangan berikutnya ke Jeddah. Travel Agent kita sudah menyiapkan program city tour, daripada membiarkan kita bengong liatin mata sipit mondar-mandir kayak kotak amal di bandara. Tour dimulai dengan mengunjungi restoran Indonesia di pusat kota. Jreng. Jauh-jauh ke Hongkong, makan di restoran Indonesia.





Semua sate, soto, lodeh, cendol dan masakan Indonesia lainnya, dimasak sama koki Hongkong lho. Rasanya sama persis sama yang asli. Setelah kenyang, kita langsung meluncur ke patung Bruce Lee di kawasan Avenue of Stars, solat di masjid Nathan Road, mampir ke pabrik emas, dan berakhir di Victoria Peek.



semoga Bruce Lee gak hidup lagi terus saya dikasih finishing move




beginilah orang kalau di Indonesia gak ada sign warning kabut



Setelah habis waktunya, dari Hongkong kita transit ke Dubai dan langsung ke Jeddah. Perjalanan 8 jam lebih, membuat pantat saya menghilang.


,,,,,,


Sesampai di Jeddah, kita langsung naik bus ke Madinah menuju hotel yang sangat dekat dengan masjid Nabawi. Suasana waktu itu lumayan rame karena katanya lagi musim Umroh. Selama disini kerjaannya:



ke masjid Nabawi



ke masjid Quba



mainin burung Arab yang gede-gede



memang gak nyambung, tapi lihatlah. keren bukan

,,,,,,


Setelah melakukan semua kegiatan di Madinah selama 3 hari, akhirnya kita pun berangkat ke Mekkah. Sampai disana kira-kira malam, dan kita disambut dengan para pedagang pinggir jalan yang rata-rata perempuan yang sedang lari dikejar satpol-pp versi Arab. Jalanan dekat hotel mendadak berisik gara-gara sirine. Penyambutan yang meriah.

Alhamdulillah hampir semua tempat penting bisa saya kunjungi, tempat melontar Jumroh, padang Arafah, jabal Rahmah, dan yang gak ketinggalan kiblat solat kita, Ka'bah di Masjidil Haram. Saya gak terbakar waktu liat Ka'bah, berarti saya gak ada keturunan jin. Saya juga mendoakan almarhum Ayah tercinta agar diberi ampunan dan kebaikan di akhirat. Amin.



gak berani gaya macam-macam



bukti dunia itu sempit, ketemu guru agama saya di SMA 1 Malang



jabal Rahmah (pertemuan Adam-Hawa)



jabal Tsur. dari kiri: Nenek, John Mayer, Bunda, Adek, sama Mas Ari


,,,,,,


Benar-benar pengalaman gak terlupakan. Teman-teman banyak yang titip doa. Mudahan nyampe semua ya doanya. Wish the best for us. Amin.

4 komentar:

hadi mengatakan...

wawwww,,ndraa edit an mu apik,,,wakakkakak..:)..

Indra Widjaya mengatakan...

iya bos!

andang mengatakan...

tingkahmu bak layaknya seorang anak desa memasuki kawasan kota ndra..
hahahaa..

Indra Widjaya mengatakan...

andag: memang ndang, sifat aslinya langsung keluar