Senin, 29 Maret 2010
Suatu hari, saya ziarah ke makam Kakek di Taman Makam Pahlawan kota Malang, yang terletak gak jauh dari Malang Town Square atau Matos (saya juga heran kok pemakaman bisa jejer sama mall).
Kakek saya H.M. Koesno, dulu pasukan Sriwijaya, mungkin itulah asal muasal nama Widjaya dari almarhum Kakek dan almahum Ayah saya. Setelah selesai baca doa dan bergegas pulang, beberapa meter dari makam Kakek, saya gak sengaja liat makam ini:

*terdengar lagu Indonesia Raya entah darimana*
TAK DIKENAL. Begitulah tertulis disana kawan.
Pahlawan tanpa tandajasa pengenal.
Walaupun saya sempat berpikir mungkin ini hanya jenasah seorang tukang bakso bakar yang lagi jualan di medan perang, ditembak Belanda, si tukang bakso terlempar jauh sama gerobak-gerobaknya, bakso bakarnya terbang kemana-mana, sampai nyolokin mata semua pasukan Belanda dan membakar habis markas penjajah dengan sekali tumpahan bakso bakar yang sudah siap saji.
Merdeka Indonesia. Fak Malaysia.
Kakek saya H.M. Koesno, dulu pasukan Sriwijaya, mungkin itulah asal muasal nama Widjaya dari almarhum Kakek dan almahum Ayah saya. Setelah selesai baca doa dan bergegas pulang, beberapa meter dari makam Kakek, saya gak sengaja liat makam ini:

*terdengar lagu Indonesia Raya entah darimana*
TAK DIKENAL. Begitulah tertulis disana kawan.
Pahlawan tanpa tanda
Merdeka Indonesia. Fak Malaysia.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



4 komentar:
kasian tuh gan!!
itu yang jadil tukang tambal senapan :D
salam kenal
wah iya mas wawan, saya masih menyelidiki ini
ahahhaha..jangan2 sodara gw tuh ...heheheh mampir2 ya ke blog gw di www.hafidzaholic.blogspot.com
gw link ya blog lo...thanx..nice blog
oh iya iya thankyou brawinworks :D
Poskan Komentar