Minggu, 02 Januari 2011
Suatu hari di bulan Desember 2010.
Adek beli burung baru.
Adek bukan beli burung baru buat gantiin burungnya.
Adek beli seekor burung peliharaan, jenis burung hantu.
Resmilah seekor burung hantu masuk di keluarga kami.
*background musik: Owl City - To The Sky*
unyuuutuuuuuuuuu
Helia, itulah nama yang diberikan kepada burung hantu bertampang unyuu ini, Adek saya terinspirasi dari band Helia yang meng-cover lagu Alejandro-nya Lady Gaga ke aliran trancecore. Ya, emang gak nyambung. Burungnya juga bingung.
Helia jadi penghibur dikala orang-orang dirumah lagi gak ada kerjaan. Kalo lagi bosan bergaul sama manusia, saya pergi kesamping rumah tempat Helia berada. Melototin matanya yang hampir semuanya berwarna hitam, cukup enak dilihat, apalagi kalo matanya dibuka lebar, sungguh imut sekali.Unyuuuuuuuuu.
Helia juga suka nonton bola. Waktu piala AFF 2010, Helia paling suka sama Markus Horison, entah karena emang jago tangkap bola, atau kepalanya Markus yang mirip kepala jangkrik makanan burung hantu. Helia juga sadar kok, kalo burung gak bisa jadi Kiper, makanya dia cuma bisa mengidolakan Markus.
ceritanya jadi Kiper
Burung hantu umumnya tidur di siang hari, dan bangun malam untuk makan. Tragisnya, selama hidup di rumah, Helia gak pernah merasakan kehidupan layaknya seekor burung hantu sejati. Jam tidurnya di siang hari selalu terganggu dengan cipratan air dari jemuran pakaian kerjaan Mbok Erni. Kadang-kadang gak sengaja kesapu, atau ketendang orang lewat. Baru malam hari dia bisa tidur nyenyak. Sungguh, Helia kehilangan jati dirinya.
Adek beli burung baru.
Adek bukan beli burung baru buat gantiin burungnya.
Adek beli seekor burung peliharaan, jenis burung hantu.
Resmilah seekor burung hantu masuk di keluarga kami.
*background musik: Owl City - To The Sky*
unyuuutuuuuuuuuu
Helia, itulah nama yang diberikan kepada burung hantu bertampang unyuu ini, Adek saya terinspirasi dari band Helia yang meng-cover lagu Alejandro-nya Lady Gaga ke aliran trancecore. Ya, emang gak nyambung. Burungnya juga bingung.
Helia jadi penghibur dikala orang-orang dirumah lagi gak ada kerjaan. Kalo lagi bosan bergaul sama manusia, saya pergi kesamping rumah tempat Helia berada. Melototin matanya yang hampir semuanya berwarna hitam, cukup enak dilihat, apalagi kalo matanya dibuka lebar, sungguh imut sekali.
Helia juga suka nonton bola. Waktu piala AFF 2010, Helia paling suka sama Markus Horison, entah karena emang jago tangkap bola, atau kepalanya Markus yang mirip kepala jangkrik makanan burung hantu. Helia juga sadar kok, kalo burung gak bisa jadi Kiper, makanya dia cuma bisa mengidolakan Markus.
ceritanya jadi Kiper
Burung hantu umumnya tidur di siang hari, dan bangun malam untuk makan. Tragisnya, selama hidup di rumah, Helia gak pernah merasakan kehidupan layaknya seekor burung hantu sejati. Jam tidurnya di siang hari selalu terganggu dengan cipratan air dari jemuran pakaian kerjaan Mbok Erni. Kadang-kadang gak sengaja kesapu, atau ketendang orang lewat. Baru malam hari dia bisa tidur nyenyak. Sungguh, Helia kehilangan jati dirinya.
,,,,,,
Supaya gak krisis percaya diri terus bunuh diri masuk dalam cucian baju Mbok Erni, saya memperlihatkan Helia sebuah film: "LEGEND OF THE GUARDIANS: THE OWLS OF THE GA'HOOLE". Film keluaran 2010 ini menceritakan tentang Soren yang berpetualang mencari bantuan kepada The Guardians untuk melawan pasukan jahat Metal Beak yang menindas warganya.
Semuanya diperankan oleh burung hantu.

Film ini diangkat dari novel fantasi karya Kathryn Lasky, animasinya keren, apalagi waktu adegan berantem dengan banyak slow-motion. Memang, rada aneh juga melihat burung hantu saling bacok, pake helm ksatria, ada cakram di cakarnya, dan berbicara. Untung gak ada adegan cipokan.
Setelah menonton burung-burung hantu ksatria yang gagah berani di film tersebut, Helia yang kalo tidur cuma berdiri bungkuk dengan kepala tertunduk layaknya burung hantu kehilangan masa pubernya, sekarang menjadi macho seperti ini:

Semua hari-hari bersama Helia berikutnya cukup menyenangkan. Sekarang dia punya cita-cita baru, bukan jadi kiper lagi, dia sekarang mau jadi The Guardians, dadanya selalu membusung. Ah, sekarang kamu terlihat lebih gagah kawan.
Tetapi, Adek saya sebagai pembeli dan pemilik sah dari Helia kayaknya sering lupa kasih makan.
Sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Suatu hari kita sekeluarga menginap di hotel, dan Helia otomatis jaga rumah. Emang sih, kalo ada perampok datang paling Helia udah kejang-kejang duluan, tapi mau gimana lagi, gak mungkin dia dibawa, kita mau ke hotel, bukan ke Hogwarts.
Selama kita pergi, Adek saya lupa tinggalin makanan, setahu saya juga burung hantu gak boleh telat makan.
Hasilnya, sesampai rumah kita udah nemu Helia dengan keadaan seperti ini.

Helia masih bernafas, tapi terbaring kaku. Orang rumah usaha buat ngasih makan atau minum dengan paksa, tapi tetap paruhnya gak bisa dibuka, dan gak ada yang mau kasih nafas buatan.
Akhirnya kita pasrah dengan kepergian Helia.

Helia pun disemayamkan dengan layak di lapangan voli depan rumah. Wafatnya Helia ini menambah daftar panjang peliharaan dirumah yang selalu berakhir dengan sangat tragis.
Rest In Peace, Helia.
Terlahirlah kembali dengan wujud The Guardians seperti cita-citamu itu.
Beberapa hari kemudian, Ibunda membeli seekor kelinci baru.
Semuanya diperankan oleh burung hantu.

Film ini diangkat dari novel fantasi karya Kathryn Lasky, animasinya keren, apalagi waktu adegan berantem dengan banyak slow-motion. Memang, rada aneh juga melihat burung hantu saling bacok, pake helm ksatria, ada cakram di cakarnya, dan berbicara. Untung gak ada adegan cipokan.
Setelah menonton burung-burung hantu ksatria yang gagah berani di film tersebut, Helia yang kalo tidur cuma berdiri bungkuk dengan kepala tertunduk layaknya burung hantu kehilangan masa pubernya, sekarang menjadi macho seperti ini:

,,,,,,
Semua hari-hari bersama Helia berikutnya cukup menyenangkan. Sekarang dia punya cita-cita baru, bukan jadi kiper lagi, dia sekarang mau jadi The Guardians, dadanya selalu membusung. Ah, sekarang kamu terlihat lebih gagah kawan.
Tetapi, Adek saya sebagai pembeli dan pemilik sah dari Helia kayaknya sering lupa kasih makan.
Sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Suatu hari kita sekeluarga menginap di hotel, dan Helia otomatis jaga rumah. Emang sih, kalo ada perampok datang paling Helia udah kejang-kejang duluan, tapi mau gimana lagi, gak mungkin dia dibawa, kita mau ke hotel, bukan ke Hogwarts.
Selama kita pergi, Adek saya lupa tinggalin makanan, setahu saya juga burung hantu gak boleh telat makan.
Hasilnya, sesampai rumah kita udah nemu Helia dengan keadaan seperti ini.

Helia masih bernafas, tapi terbaring kaku. Orang rumah usaha buat ngasih makan atau minum dengan paksa, tapi tetap paruhnya gak bisa dibuka, dan gak ada yang mau kasih nafas buatan.
Akhirnya kita pasrah dengan kepergian Helia.

,,,,,,
Helia pun disemayamkan dengan layak di lapangan voli depan rumah. Wafatnya Helia ini menambah daftar panjang peliharaan dirumah yang selalu berakhir dengan sangat tragis.
Rest In Peace, Helia.
Terlahirlah kembali dengan wujud The Guardians seperti cita-citamu itu.
Beberapa hari kemudian, Ibunda membeli seekor kelinci baru.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




6 komentar:
turut berduka cita atas wafatnya burung hantu...sedih juga..krn saat sekarat...ibu beri minum...nyesel jg..kok nggak diajak thn baruan...kan lucu burung hantu ikut nginap di hotel...hehehhe
RIP helia :)
Pljrn tuh ndra. Ksian kan. Cb km yg ditinggal tnp ada mknn. Hohoooho
ganti kakatua ajaa , lucuuu
We declare peace over to you at the loss of the first born of the Helia. We will miss him on earth, but will meet him in heaven. #curcol
ibu: kenapa bisa komen di blog ini....
rizka: errrr... contohnya jangan saya dong
anonim: burung lagi burung lagi...
marchella: no smoking
lalu ? diganti apa enaknyaa ?
Poskan Komentar